Kupu

 Kupu

Kali ini yang ku ucap bukan sebuah tanya

Melainkan sebuah rasa yang jelas adanya


Rasa itu tumbuh dari bibit senyumnya

Yang dipupuk oleh sentuh lembutnya

Lalu disiram oleh sorot matanya

Setiap kata yang terucap, seolah mentari menyinarinya


Rasa itu kemudian hadir bersama kupu berwarna warni dalam perutnya

Menunggu seperti mau meledak, pertanda ia kini bisa dijumpa

Sehangat peluk tubuhnya, rasa itu lebur pada waktu yang terhenti sementara


Sepertinya, rasa itu ada sebab terbiasa

Hidup satu atap membuatnya bersemi tak menentu arah

Seolah keliru, namun ia tau bahwa rasanya kini tlah mutlak


Pada kupu ia berkata,

aku jatuh cinta,

pada seorang manusia bernama dia


Sep 9th, 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini