Marah
Marah Sepertinya tidak lain rasa yang berkecamuk di hati ini sebabnya kamu Susah payah ku coba melupakan kejadiannya Malah lukanya datang tanpa aba aba Berbalik badan mencoba melupa Malah cermin dan bayangan yang muncul di depan mata Aku marah Tapi bukan soal memori yang menyapa Aku marah Sebab karenanya kini ku menderita Mengapa ku tiru cermin yang jelas salah Mengapa ku ikuti langkah yang jelas membuat lelah Hatiku kini kembali patah Sebab amarah memecahkannya Pikirku kini kembali lemah Sebab tak sanggup menyapa dua sisi yang sama Aku marah Dan terus ku bertanya pada siapa yang tak bersuara Mengapa? Mengapa aku menjadi dia?